Wakil Ketua I DPRD, Buka Rapat Dengan FKUB

(Suasana Rapat Paripurna bersama FKUB)

Natuna,metroindonesia.co.id
Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah, membuka rapat dengar pendapat dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Natuna, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Natuna, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Bunguran Timur, Selasa (17/5/2022).

Sambil mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim palupun diketok tanda rapat gelar pendapat resmi dibuka.

Sementara, Ketua Pengurus FKUB Kabupaten Natuna, Umar Natuna, menyampaikan, FKUB terbentuk sejak tahun 2007.

Sejak itu, FKUB Natuna terus eksis menjalankan perannya dalam memeperkokoh kerukunan umat beragama sebagai modal dasar  menuju kerukunan berbangsa.

“Salah satu tugas pokok FKUB adalah, memberikan rekomendasi tertulis atas permohonan pendirian rumah ibadah, mendengar serta menyalurkan aspirasi masyarakat,” kata Umar Natuna.

Adapun program strategis FKUB Natuna yaitu, Pembinaan dan penguatan desa di Kecamatan Bunguran Barat, sosialisasi dan edukasi tentang tata kelola pendirian rumah ibadah.

Ia juga menambahkan pihaknya  akan melakukan dialog lintas tokoh agama dan masyarakat, membangun kerukunan umat beragama di kalangan kaum milenial dan penulisan profil FKUB.

Oleh karena itu, Ia meminta kepada umat agar saling menjaga ketentraman. Sehingga tidak tepicu oleh isu-isu konflik antar umat beragama.

“Ya, seperti isu ekonomi dan politik,” katanya.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Natuna Budi Darmawan, mengaku setiap tahun Kemenag mengucurkan  anggaran Rp. 60 juta untuk FKUB Natuna.

Pada kesempatan itu, Budi juga meminta dengan hadir FKUB, bisa membina umat sesuai agamanya masing-masing.

“Setiap umat, wajib meyakini kitab suci sesuai dengan agama mereka,” katanya.

Karena menurut Budi, mengamalkan kitab sesuai ajaran agama masing-masing, merupakan jalan terbaik. “Tujuan FKUB untuk menenangkan umatnya,” tambah Budi.

FKUB bukanlah membahas masalah ibadah, melainkan masalah pembangunan tempat ibadah, dan  kemudian membahas anggaran dengan kepala daerah.

“Kita semua wajib tau, jangan sampai kita anggap FKUB ini bahas masalah ibadah, karena ibadah hanya kepada tuhan,” ujarnya.

Terkait pembangunan rumah ibadah, Budi juga meminta kepada FKUB, tidak lansung menuju ke Kemenag, akan tetapi harus  melalui Ketua RT dan RW setempat dulu.

“Kalau bentuk bangunannya baru boleh ke Kemenag,” ujar Budi.

Budi mengajak kepada pengurus FKUB untuk mendatakan persoalan-persoalan dan kemudian mencari jalan keluar. Agar suatu keputusan yang diambil memang benar-benar sesuatu kepentingan untuk umat.

Sebagai penutup Ia menyebut, Kepulauan Riau (Kepri) mendapatkan ranking 10 besar dalam kerukunan umat beragama di Indonesia.

Hadir dalam giat tersebut, sejumlah Anggota DPRD Natuna, tokoh agama serta tamu undangan lainnya.(mam)

Recommended For You

Avatar

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *