Transaksi Belanja Internet Disdik Kepri Diduga Terjadi Penggelembungan Anggaran

(Etalase Produk Katalog Lokal dari PT. MP. Foto - Roby Sianipar(

Tanjungpinang, metroindonesia.co.id – Kegiatan Tahun 2024 di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau dengan nama paket sesuai RUP (Rencana Umum Pengadaan) yaitu 1.01.01.1.08.0002 Belanja Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlangganan, dengan anggaran sebesar Rp 600.000.000 untuk 12 bulan pekerjaan, atau biaya langganan internet selama satu tahun diduga terjadi murk up atau penggelembungan anggaran.

Pasalnya, pengadaan barang jasa ini yang menggunakan sistem e-purchasing katalog lokal dengan penyedia PT. MP pada etalase produk yang ditawarkan lebih rendah dari harga pesanan yang diminta oleh pihak Disdik Kepri.

Adapun produk yang dipesan yaitu FO International 100 Mbps pada (17/01/24 10:44) dengan harga yang tertera harga satuan senilai Rp50.000.000 dengan jumlah kuantitas sebanyak 12, sedangkan pada etalase PT. MP dengan pencarian Penyediaan Layanan Internet dan Intranet Kota Batam katalog lokal lokasi Batam, harga satuan produk Tanpa Merek FO International 100 Mbps sebesar Rp45.965.518,00, dengan masa berlaku produk 31 Desember 2024.

Cukup heran kenapa pihak pejabat pengadaan atau PPK kegiatan ini memesan dengan harga yang tidak sesuai dari harga produk yang ada pada etalase, sehingga diduga kelebihan bayar berpotensi untuk kerugian keuangan daerah terjadi berkisar per harga satu Rp 4.034.485,00 dengan total selama 12 bulan Rp 48.413.820,00.

Lalu apakah layanan internet dan intranet tidak ada di Kota Tanjungpinang? Berdasarkan penelusuran di katalog lokal kota Tanjungpinang, terdapat beberapa produk layanan internet yang disediakan, diataranya dari PT. INT produk Internet Fiber Optik 100 Mbps dengan harga satuan Rp37.000.000,00, selajutnya dari PT. CLN dengan produk Channel -11 Fiber Optik Internasional 100 Mbps Dedicated, harga satuan Rp21.950.000,00.

Andi Agung selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, tidak merespon saat dikonfirmasi terkait hal ini melalui WhatsApp pada (18/5/24). Sedangkan pihak peyedia PT. MP, PPK kegiatan, serta pejabat pengadaan sampai berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi terkait hal ini.

Penulis: Robi Sianipar

Recommended For You

Avatar

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *