Tidak Dilayani Wanita Penghibur, Pria Ini Malah Dikeroyok, Berikut Kronologisnya

(Para pelaku pengeroyokan )

 

KARIMUN, METROINDONESIA.CO.ID – Satreskrim Polres Karimun berhasil mengamankan 4 orang yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang pria berinisial GB di Karimun pada Minggu, 30 Juni 2024 lalu.

Berdasarkan laporan dari pelapor (GB) insiden pengeroyokan itu terjadi sekira pukul 06.00 WIB di salah satu hotel di Jalan A Yani Tanjungbalai Karimun. Pelaku tindak pidana pengeroyokan yang diamankan itu adalah GA (21), JP (22), Z (29) dan D (20).

Kapolres Karimun AKBP Fadli Agus, melalui Kasat Reskrim AKP M. Debby Tri Andrestian menjelaskan kronologisnya, korban bersama temannya inisial A memesan wanita penghibur melalui aplikasi dengan bayaran Rp250 ribu.

Selanjutnya perempuan tersebut datang ke kamar yang telah dipesan korban dan langsung meminta uang bayaran sebesar Rp250 ribu.

Setelah mengambil uang dari korban, perempuan tersebut mengatakan bahwa ia ingin pulang, lalu korban meminta uang yang telah di berikan kepada perempuan tersebut dikarenakan korban belum dilayani.

“Terjadilah pertikaian sampai di luar hotel yang mana tiba-tiba korban diserang oleh 3 orang laki-laki dan 1 orang perempuan yang tidak di kenal melakukan pengeroyokan dengan cara memukul dan menendang ke arah kening, wajah, punggung belakang dan lutut korban,” ungkap Kasat Reskrim Karimun Debby.

Tak terima dengan pengeroyokan yang dialaminya, korban kemudian melapor ke polisi. Menindaklanjuti laporan tersebut Satreskrim Polres Karimun langsung melakukan penyelidikan.

“Satreskrim Polres Karimun berhasil mengamankan 4 orang pelaku tindak pidana pengeroyokan pada hari Jumat, 5 Juli 2024 di Jl. Pertiwi Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam,” kata Debby.

Adapun modus pelaku melakukan pengeroyokan terhadap korban di karenakan para pelaku tidak menerima bahwa uang yang sudah di berikan kepada salah satu pelaku lainya di ambil kembali oleh korban.

“Untuk pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 170 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Barang siapa yang dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan,” tutup Kasat Reskrim Polres Karimun. (Ery)

Recommended For You

Avatar

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *