Tegas ! Danlanud RSA Sebut Kekuatan Udara Merupakan Pertahanan Utama Negara

(Danlanud RSA Natuna)

 

Natuna, metroindonesia.co.id – Duduk bersandar di ruang kantornya, Danlanud RSA, Kolonel PNB Dedy Iskandar, S.Sos., M.M.S,M.Han, terlihat sibuk melakukan aktifitas. Didepan meja kerjanya, terdapat tumpukan surat-surat laporan yang harus ditandatangani.

Kendati terlihat sibuk, namun lelaki mudah senyum itu dengan ramah menyapa sejumlah wartawan yang datang ke ruangannya. Sambil beranjak dari kursinya, dirinya menyalami para kulitinta yang bertugas di daerah perbatasan NKRI sembari mempersilahkan duduk dikursi tamu pribadi kantornya.

“Saya sangat berterima kasih dan bangga serta memberikan apresiasi dengan rekan-rekan jurnalis Natuna,” ucap Kolonel Dedy Iskandar 24/06/2024, memulai perbincangan. Ternyata kata dia, tulisan rekan – rekan jurnalis di perbatasan ini, dibaca oleh Mabes TNI dan mendapat respon positif.

Dalam perbincangan tersebut, satu persatu para jurnalis yang akan mengikuti lomba Danlanud Award mulai melakukan pertanyaan tentang bagaimana TNI AU melakukan pengamanan di daerah perbatasan, yang notabenenya diapit beberapa negara tetangga, seperti Vietnam,Kamboja, Malasya, Tailand, Fhilipina, sehingga rawan komplik.

Tentu butuh tenaga dan peralatan canggih, agar kawasan laut Natuna Utara, kaya akan SDA tidak diganggu oleh pihak-pihak lain.

Menanggapi hal tersebut diatas Kolonel Dedy Iskandar dengan lugas menjelaskan, mengenai pertahanan udara, terutama di wilayah udara Natuna.

Dikatakannya, Kabupaten Natuna merupakan pulau kecil namun sangat eksotis, sehingga rawan dicaplok oleh negara tetangga. Apalagi posisinya berada di tengah negara tetangga dan merupakan jalur pelayaran internasional.

Ditambahkanya Sumberdaya Alam Natuna, menyimpan  cadangan Migas sangat besar serta  perikanan sangat melimpah, jadi daya tarik bagi negara tetangga ingin menilikinya. Untuk itu TNI selalu hadir guna menjaga kedaulatan Negara.

“Natuna ini bisa kita katakan seperti anjungan atau tempat persinggahan,”ujarnya.

Adapun langkah – langkah yang dilakukan TNI AU, selalu berkolaborasi dengan TNI AL, Danguspurla, TNI AD dan Polri, melakukan pengamatan, pengintaian dan patroli. Hal ini rutin dilakukan demi menjaga keamanan wilayah udara dan Laut Natuna Utara yang sampai saat ini di klaim cina merupakan miliknya, hanya berdasarkan Nine Dash Line.(Garis putus putus).

Klaim sepihak ini, tidak dibenarkan oleh PBB, dan ini merupakan wilayah NKRI. Kendati demikian China tetap gotot dengan pendiriannya. Bahkan kapal – kapal mereka kadang masuk ke wilayah perairan kita, sehingga harus kita lakukan pengusiran.

Ia menyebutkan  jika Natuna ini bisa dikatakan semacam kapal induk. Karena tempat persinggahan pesawat dalam melakukan pengisian bahan bakar dan logistik. Pengisian bahan bakar juga bisa dilakukan di udara.

“Pesawat TNI AU tidak berada di baris depan, namun di baris tengah. Hal ini guna menghindari ancaman dari pihak lawan,” ucapnya

Untuk penempatan personil sudah ditempatkan di posisi masing – masing. Meski belum memadai.

Intinya pengamanan  laut Natuna utara melalui udara rutin dilakukan. Sesuai aturan dari pimpinan. Ada 6 operasi yang harus kita laksanakan. Dan dalam 6 operasi ini jelas keterangannya, mana yang 366 hari, mana sekian hari, tergantung keterlibatan kita dalam misi operasi itu. Namun harus diketahui adalah, setiap pasukan darat maupun laut bergerak, harus dilindungi oleh pasukan udara. Mereka tidak bakal berani bergerak kalau kekuatan udara belum ditangan kita.

Jadi 3 Matra dari TNI AU, TNI AD dan AL, selalu beriringan saat melakukan patroli. Hal ini dilakukan guna mempercepat jika ada gangguan keamanan yang terjadi di wilayah Natuna Utara. “Tiga matra ini bagaikan rel kereta api selalu berdampingan saat melakukan operasi,” ucap lulusan AAU 1998 itu.

Kolonel Dedy Iskandar, S.Sos., M.M.S., M.Han, menambahkan selain pesawat Sukhoi, Hawk, Super Tukano dan Hercules kita gunakan untuk melakukan patroli diwilayah Laut Natuna Utara, guna menjaga teritorial negara.

“Sebagai TNI, kedaulatan negara merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar. Kekuatan Udara Sebagai Pertahanan Utama Negara,” ucap lelaki kelahiran Gresik, 26 April 1977 lalu itu.

Contohnya beberapa kali ada pesawat asing melintas di udara Natuna tanpa izin, kita lakukan pengejaran agar mereka keluar dari wilayah udara NKRI.

Seperti yang disampaikan panglima tahun lalu, ada Pesawat milik tentara Amerika Serikat langsung diintersepsi jet tempur TNI AU saat melintas di sebelah barat Natuna. Mereka melintas dari timur ke barat pada Rabu (23/9) kemarin. Tak hanya itu, pesawat milik Malaysia pun juga ada yang diusir karena terbang tanpa izin di wilayah yang sama.

“Mereka itu ingin mengambil jalur potong agar cepat sampai tujuan, namun semua harus punya prosedur, seharusnya minta izin terlebih dulu baru melintas,” ucapnya. Negara kita punya aturan yang harus ditaati.

Selain pesawat disebut diatas, kita juga memiliki pesawat lain yang lebih canggih dan radar jarak jauh, dapat mendeteksi jika ada pesawat asing memasuki wilayah udara Natuna Utara.

Ini semua dilakukan guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab, kata dia, kedaulatan negara adalah jati diri suatu bangsa, tidak bisa ditawar-tawar. Sebagai abdi negara kami wajib menjaganya.

Ketegasan dalam mempertahankan kedaulatan negara merupakan keharusan bagi bangsa kita. Oleh karena itu jika ada negara asing yang berani melanggar kedaulatan itu, harus kita peringati dan diusir.

“Sebagai TNI AU yang bertugas di daerah perbatasan, kita harus selalu siap dalam segala hal jika ada menggangu kedaulatan negara harus kita usir dan Singkirkan. Bravo TNI AU.

Danlanud menghimbau kepada masyarakat tidak perlu takut, karena TNI AU, TNI AL, TNI AD dan Polri siap menjaga keamanan di laut Natuna Utara. Operasi kita rutin jangan takut.(Roy)

Recommended For You

Avatar

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *