Praktek Pungli Kades Belungkur, Jadi Sorotan?

(AR Kades Belungkur)

 

Lingga, metroindonesia.co.id – Nama Oknum kepala desa Belungkur, kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga Provinsi Kepri, mendadak “tenar ” tak pelak sang pemilik nama dengan inisial AR kini menjadi sorotan.

Sayangnya, ketenaran nama sang kades bukan karena kepiawaiannya dalam menyusun strategi program pembangunan desa, melainkan aksi nekat dalam mengukir masalah. Sang kades dituding melakukan “pungli” dari seorang pengusaha tambang di Lingga.

Atas dugaan praktik pungli itu, kini AR di bayang-bayangi ancaman hukum pidana. Konsekuensinya adalah, bila dalam perjalanan proses pengusutan dan penyelidikan aparat penegak hukum, oknum kades terbukti melakukan perbuatan melawan hukum secara sah, maka ancaman pidana, dan pencopotan jabatan sedang menantinya.

Terungkapnya kasus dugaan praktik pungli terhadap seorang investor menjadi presiden buruk dalam kemajuan Kabupaten Lingga.

Praktik dugaan pungli terjadi pada saat salah seorang pengusaha tambang hendak mengurus Hak atas Tanah, untuk keperluan penguasaan fisik.

Dalam penelusuran dilapangan tim investigasi metroindonesia 23/03/2022, menemukan cerita dan peristiwa terselubung dari sumber layak di percaya karena memiliki bukti yang kuat.

Untuk meyakinkan Tim dari MetroIndonesia sumber menunjuk bukti baru adanya keterlibatan oknum lain yang berperan sebagai penghubung, sekaligus orang yang mempermulus jalan sang oknum kades.

Sumber juga menyerahkan resi bukti transaksi dan rangkain percakapan proses negosiasi lewat chat Wa antara oknum kades “AR” dengan pengusaha tambang kepada tim MetroIndonesia.

Di tempat terpisah oknum kades Belungkur AR ketika di hubungi wartawan via Wast Shapp, guna melakukan konfirmasi terkait tudingan bahwa dirinya menerima dana puluhan juta dari salah seorang pengusaha Tambang,
oknum kades terkesan bungkam bahkan enggan untuk memberikan keterangan. Pada hal isi chat dibaca

Kendati demikian tim mencoba mengirim kembali pesan lewat Wasthapp, barulah oknum kades membalas dengan mengaku tidak paham dengan pertanyaan wartawan.

Setelah mengaku gagal paham Tim MetroIndonesia.co.id kembali menegaskan pertanyaan yang sama, terkait praktik pungli melibatkan dirinya.

“AR mengaku tidak pernah mematok tarif apalagi meminta uang kepada pengusaha tambang cuma pihak perusahaan yang bertanya berapa biaya? saya jawab” ujar kades. Menurut informasi uang teresebut untuk membayar jasa ukur lokasi tanah para perangkat desa di lapangan terang Kades lagi.

Salah satu juru ukur, disebut menerima upeti dari Kades, dengan tegas membantah, bahwa mereka tidak pernah menerima uang satu rupiah pun dari pak kades.(Taufik Safira) Ikuti edisi selanjutnya .(Bongkar Praktek Pungli Oknum Kades. Aparat Hukum Jangan Main Mata)

Recommended For You

Avatar

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *