Pak Kapolda, “Rokok Tanpa Cukai” Marak di Lingga

(Rokok tanpa pita cukai, bebas beredar di Kabupaten Lingga)

 

Lingga, metroindonesia.co.id- Berbagai merk dan jenis rokok tanpa dilengkapi pita cukai bebas di jual di pasaran. Tak pelak rokok illegal ini sudah merambah hingga ke warung di pelosok Negeri Bunda Tanah Melayu

Maraknya peradaran rokok tanpa Cukai di ke Kabupaten Lingga Provinsi Kepulaun Riau,sudah menjadi sorotan tajam sejumlah pihak, akibat peredaran rokok tersebut, Negara bisa dirugikan hingga miliaran rupiah.

Dalam penelusuran Wartawan metroindonesia.co.id Minggu(5/6/2022) hampir seluruh pedagang mulai dari toko grosir di pasar-pasar sampai pedagang warung kecil menjual rokok tanpa cukai.

Para pedagang terlihat menyediakan dan bebas menjual berbagai jenis rokok ilegal merek, HD,Rexo,MAXXIS dan berbagai jenis rokok lainnya. Celakanya penjualan rokok tersebut luput dari mata aparat penegak hukum.

Salah seorang warga Daik tak mau menyebutkan namanya, saat ditemui usai membeli rokok merk Maxxis dengan gamblang menjawab, rokok tanpa cukai harganya murah, cuma Rp.10.000. “Sedangkan rokok ada cukai, tak terjangkau lagi kami Bang, harganya rata-rata di atas Rp.25.000 sampai Rp.37.000,” ungkapnya seraya bergegas pergi.

Menyikapi jawaban dan keterangan warga Daik tersebut dapat di simpulkan bahwa maraknya peredaran rokok llegal karena adanya “Simbiosis mutualisme ” atau saling menguntungkan mulai dari pemasok, pedagang sampai kepada pembeli.

Padahal tanpa disadari mereka bisa dikatakan bersekongkol telah merugikan negara akibat tidak membayar pajak. Lemahnya pengawasan dari aparat penegak hukum bisa jadi membuat pemasok rokok ilegal semakin leluasa memperluas dagangannya.

Atau sebaliknya bisa jadi ada kongkalikong aparat penegak hukum sehingga rokok ilegal bebas dijual.

Padahal, Undang-Undang RI No 39 Tahun 2007 tentang cukai, penjual, pengedar rokok ilegal, diberi sangsi pidana. Pada pasal 54 “Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Terus dalam, Pasal 56 berbunyi: “Setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus di duga berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun penjara .

Terlepas siapa pun aktor yang bermain di balik rokok illegal tersebut, masyarakat yakin dan percaya sekaligus masih menaruh harapan besar kepada aparat kepolisian khususnya jajaran Polres Lingga terkait peredaran rokok illegal di wilayah hukumnya diharapkan dapat diberantas dengan secepatnya..(TAUFiK SAFIRA.)

Recommended For You

Avatar

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *