Kasat Reskrim: AH Diamankan Saat Menghadiri Undangan Pernikahan

(Kasat Reskrim Polres Natuna tengah didampingi Kanit Jatanras dan Kasipenmas Polres Natuna, saat Konprensi pers. Foto BB di bawah meja)

 

Natuna,metroindonesia.co.id –
AH( 32) tidak berkutik saat Jatanras Sat Reskrim Polres Natuna melakukan penangkapan terhadap dirinya, ketika menghadiri pesta pernikahan. Warga desa Batu Gajah ini terpaksa digelandang ke Polres Natuna karena terlibat pencurian baterai dengan pemberatan.

Selain AH, turut juga diamankan
S (41) alamat Kelurahan Ranai, dan LL (18) alamat Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur. LL sendiri merupakan mantan narapidana kasus pencabulan. Satu lagi inisial J, warga Setengar masih DPO.

Hal itu disampaikan Kapolres Natuna melalui Kasat Reskrim Iptu Ikhtiar Nazara kepada sejumlah wartawan saat melakukan Konprensi pers di Mapolres Natuna, Senin 18 Agustus 2021, jalan Air Mulung Ranai Natuna.

Kejadian pencurian dan pemberatan, terjadi pada hari Jum’at 08 Oktober 2021, sekitar pukul 19.00 Wib di ruang UPS RSUD Natuna.

Berdasarkan laporan dari pihak RSUD Natuna 14 Oktober 2021, polisi langsung melakukan pengejaran dan menangkap 2 pelaku AA dan SS. Sementara LL berhasil di amankan pada 17 Oktober 2121.

“Barang Bukti yang disita dari pelaku adalah 38 unit baterai merek Rocket 12 V, dan 1 unit mobil pik up warna hitam dengan nopol BP 8175 NY, digunakan sebagai pengangkut barang hasil curian,” ujar Kasat.

Para pelaku melakukan aksinya dengan cara mencongkel jendela ruang mesin baterai UPS RSUD Natuna menggunakan besi. Kemudian menggasak 38 baterai UPS dan menaruhnya di samping ruangan kamar mayat, kemudian diangkut dan disimpan disalah satu rumah di Ranai Darat.

“ Dari hasil interogasi,barang tersebut rencananya akan dibawa ke Jakarta untuk di jual. Atas kasus ini kerugian pihak RSUD Natuna mencapai 95 juta rupiah,” terang Nazara.

Menurut Nazara kasus ini masih terus dikembangkan apakah ada keterlibatan orang lain didalamnya “Kami masih melakukan pengejaran terhadap J, ucap Kasat Reskrim.

Adapun pasal yang disangkakan adalah, pasal 363 ayat 1 huruf ke 4 dan 5 KUHP, tentang kasus pencurian dan pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara.

Ikhtiar juga menghimbau agar masyarakat terus waspada terhadap barang miliknya.Sebab dimasa pandemi saat ini terjadi peningkatan kasus pencurian di Kabupaten Natuna. Sejak Januari hingga sekarang ada 4 kasus pencurian yang terjadi.(Roy)

Recommended For You

Avatar

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *