Istri Lapor Polisi, Suami Bantah Lakukan KDRT

(Ilustrasi KDRT)

 

Kota Metro, metroindonesia.co.id – Dituding melakukan KDRT Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Metro, melaporkan suami ke Polres Kota Metro.

Eni Sumiyati, PNS di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah raga melaporkan Rio Ellen Noperbri (Suami) berdasarkan nomor : LP/B/32/1/2022/ SPKT/Polres Metro/Polda Metro tertanggal 24 Januari 2022.

Dihadapan petugas SPKT, korban Eni mengaku menjadi korban Kekerasaan Dalam Rumah Tangga saat dirinya berada dikantor Sat Pol PP Kota Metro yang dilakukan oleh Rio sebagai terlapor. Korban mengaku dipukul pada bagian leher sebelah kanan serta ditarik tanganya, sehingga mengalami luka memar dibagian leher dan tangan sakit disebelah kanan.

Mendapat tudingan melakukan KDRT, suami korban Rio, membatah melakukan pemukulan kepada korban. Adapun kronologis kejadian adalah, terjadi cekcok antara kedua nya dihadapan orang banyak tepatnya dikantor Pol PP . ” Tidak ada pemukulan, hanya memegang tangan dengan maksud untuk menanyakan keberadaan anak yang telah lama disembunyikan dia dari saya selaku bapaknya. Jadi bohong kalau saya dilporkan memukul atau menjongkrokkan dia seperti dalam laporanya. “Saya memang memegang tangan nya dengan keras, karena dia berontak tidak mau menjelaskan dimana anak kandung saya disembunyikan. Saksinya ada kok saat itu, ” jelas Rio.

Lebih lanjut Rio mengatakan, saat ini dirinya dengan korban sedang dalam perceraian dipengadilan negeri. Intinya dirinya hanya mau menanyakan keberadaan anak kepada istrinya karena sudah lama tidak dia ketahui keberadaannya. ” Saya tanya baik-baik kok kemana anak dia sembunyikan, malah dijawab itu bukan anak saya. Saya kembali bertanya lalu anak buah hasil siapa kalau bukan anak saya. Dia juga mengatakan anak saya ada tapi jauh, maksudnya apa dia sampaikan itu. Saya sebagai bapak kandung punya hak untuk tau keberadaannya” kata Rio

Karena cekcok terus berlanjut Rio kemudian menarik korban untuk mencari tempat duduk agar persoalan tersebut dapat diselesaikan terlebih dahulu, akan tetapi korban selalu mencari celah, berontak untuk menghindari pertanyaan pertanyaan dari Rio yang kemudian dilerai oleh beberapa anggota pol pp setempat.” Jadi kalau dia merasa tangan nya sakit memang saat itu dia mau berontak dan pergi dari saya, tetapi saya tahan.

Jadi kalau saya dikatakan melakukan pemukulan dibagian leher sebelah kanan saya menjamin itu tidak benar. Saya tidaklah bodoh mau menganiaya istri dihadapan orang banyak. Tapi monggo itu mungkin versi dia, dan nanti akan meluruskan kepada pihak kepolisian tentang kejadian sebenarnya.(Rio)

Recommended For You

Avatar

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *