Info Buat Kapolda Babel: Polisi Diminta Usut Pelaku Pengeroyokan Tiga Oknum Wartawan Oleh Penambang Timah Ilegal?

(Dua oknum wartawan di keroyok sedang melakukan pengobatan)

 

Bangka Tengah, metroindonesia.co.id – Tiga orang jurnalis yang sedang menjalankan tugas di kecamatan Lubuk, telah menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah oknum yang diduga penambang timah ilegal.

Kejadian itu terjadi pada Rabu, 01/05/2024. Dalam warshaff grub 2 orang oknum wartawan telah dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan. Namun satu orang lagi belum diketahui keberadaannya karena saat kejadian pengeroyokan, dirinya dikabarkan melarikan diri.

Celakanya pelaku pengeroyokan tidak hanya memukuli korban, namun turut melakukan pengerusakan terhadap kendaraan milik wartawan.

Mirisnya lagi kejadian pengeroyokan di Lubuk ini sudah yang kedua kalinya, namun pihak Polsek lubuk kayak nya belum bergemin, karena pada kejadian pertama belum ada penangkapan terhadap terduga pelaku pengeroyokan.

Di lansir dari Citranews.media, telah melakukan konfirmasi dengan Kapolres Bangka Tengah melalui pesan Warshaff, namun tidak ada jawaban.

Sementara Kapolsek lubuk, dalam percakapan dengan salah satu wartawan, mengaku sedang melakukan penyelidikan dan minta rekan – rekan wartawan bersabar. Benarkan demikian?.

Tidak adanya kejelasan hukum terhadap pelaku pengeroyokan wartawan pertama di lubuk, menjadi tanda tanya bagi kita apakah polisi serius melakukan penyelidikan apa tidak.

Untuk itu sudah seharusnya wartawan yang bergabung di organisasi meminta ketua melakukan pelaporan kepada Kapolda agar mengevaluasi kinerja anak buahnya. Jika tidak dapat menangkap pelaku pengeroyokan ganti saja pimpinanya.

Undang-Undang 40 tahun 1999 menyampaikan bahwa Pers memiliki kemerdekaan untuk mencari dan menyampaikan informasi, juga sangat penting untuk mewujudkan Hak Asasi Manusia yang dijamin dengan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor: XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) yakni pasal Pasal 18 ayat (1) UU Pers di mana menghalangi wartawan melaksanakan tugas jurnalistik dapat dipidana 2 tahun penjara atau denda paling banyak Rp500 juta.

Jika ditangkap maka pelaku bisa kena pasal berlapis tentang menghalang halangi tugas wartawan, pengeroyokan dan pengrusakan.

Hingga berita ini dipublis wartawan belum bisa mendapat keterangan dari korban.(Ro)

Recommended For You

Avatar

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *