Hadapi Tantangan Ketahanan Pangan, Ini Langkah Pemkab Natuna Menuju Swasembada Beras

(Salah peninjauan panen Raya di Natuna)

 

Natuna, metroindonesia.co.id – Kabupaten Natuna, sebuah pulau kecil di ujung utara Indonesia. Lebih dari 99 persen kebutuhan beras, makanan pokok sehari-hari, harus diimpor dari luar daerah. Dalam menghadapi potensi krisis pangan global akibat dampak dari cuaca El Nino, sudah siapkah masyarakat Natuna beralih konsumsi dari nasi ke sumber pangan alternatif seperti jagung, sagu, atau ubi?.

(Kepala Dinas Ketahanan Pangan saat dikonfirmasi diruang kerjanya)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna, H. Ismail Sitam, saat dikonfirmasi 21/11/2023, mengungkapkan kekhawatiran terkait kondisi alam Natuna yang tidak mendukung pertanian padi cukup produktif. Faktor seperti tingginya kadar asam di air sawah menjadi hambatan utama. Meskipun sudah banyak upaya petani untuk membudidayakan padi, hasilnya masih minim dan jauh dari cukup.

Keterlambatan dalam penyediaan bantuan benih padi dan pupuk dari Pemerintah Pusat dan Provinsi juga menjadi kendala. Saat memasuki musim tanam, bantuan tersebut sering terlambat, mengakibatkan waktu tanam yang terlewatkan. Meskipun ada petani berinovasi dengan membuat benih padi sendiri, hasilnya belum optimal, dan penggunaan benih profesional sering terhambat oleh keterlambatan distribusi.

(Hamparan persawahan di desa Batubi)

Hama perusak seperti babi hutan, monyet, tikus, burung, ulat, dan wereng menjadi musuh besar petani Natuna. Beberapa daerah, seperti Desa Payak di Pulau Serasan, berhasil mengatasi hama dengan baik, tetapi produksinya masih terbatas.

Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna menunjukkan sekitar 30 persen dari total luas sawah telah digarap dan berproduksi, dan hasilnya tidak mencapai 30 persen dari produksi maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa Natuna masih jauh dari swasembada pangan, terutama beras.

Bupati Natuna, Wan Siswandi, memiliki rencana untuk memanfaatkan bendungan yang sudah ada, seperti Bendungan Tapau di Kecamatan Bunguran Tengah dan Bendungan Kelarik di Kecamatan Bunguran Utara. Rencananya adalah mencetak sawah baru untuk meningkatkan produksi padi dan mewujudkan Natuna sebagai lumbung pangan.

Kedepan, Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna berencana membuat perjanjian kerjasama dengan pemilik lahan persawahan untuk menjaga lahan tetap digunakan untuk pertanian padi. Langkah ini diharapkan dapat mencegah penyusutan luas lahan pertanian dan mendukung upaya mencapai swasembada pangan.

(Salah satu bendungan irigasi untuk persawahan)

Dalam menghadapi tantangan global seperti fenomena El Nino, yang dapat menurunkan produksi pertanian termasuk padi, Natuna perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan lokal. Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan petani, diharapkan Natuna dapat mengatasi tantangan ini dan melangkah menuju swasembada pangan, terutama dalam produksi beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat.(mam)

Editor: Soleh

Recommended For You

Avatar

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *