Bupati Minta Seluruh Pengeluaran Bantuan Harus Jelas SPJnya

(Bupati Natuna didampingi Wabup dan Kepala BPBD Provinsi)

 

WAN Siswandi : Jangan Sampai Kita Selesaikan Masalah, Tapi kita Dapat Masalah

Natuna,metroindonesia.co.id – Bupati Natuna WAN Siswandi meminta kepada seluruh tim yang terlibat dalam penanganan musibah banjir dan tanah longsor di kecamatan Serasan agar segera merinci seluruh pemakaian dana bantuan secara jelas dan transparan.

Hal ini dilakukan guna menepis isu-isu miring yang bisa terjadi paskah penanganan bencana banjir dan tanah longsor. Demikian disampaikan Bupati Natuna saat melakukan Rapat Koordinasi Khusus Pengkajian Paskah Bencana Jitupasnah dan Rehap Rekon Bencana Banjir dan Longsor Pulau Serasan.

” Jangan sampai kita sudah menyelesaikan masalah penanganan korban, malah kita kena masalah gegara tak bisa melaporkan pertanggung jawaban keuangan bantuan,” ujar mantan Sekda Natuna itu, Sabtu 25/03/2023, diruang rapat kantor Bupati jalan Bukit Arai Ranai Natuna, Provinsi Kepri.

(Pejabat BPBD Provinsi)

Dikatakannya, berbagai bantuan uang yang telah kita pakai untuk operasional harus kita laporkan SPJnya, kepada BPK.

“Semua pengeluaran harus sesuai aturan dan jangan sampai kita terjerat gegara itu.Makanya kita perlu satu pemikiran.

Siswandi juga menjelaskan terkait penanganan pengungsi paskah banjir, sudah berjalan dengan baik. Ini diakui langsung oleh tim BNPB Pusat.

(Kepala BPBD Natuna,)

Sebab setelah kejadian pihaknya langsung berangkat ke Serasan, dan setiap malam selalu melakukan rapat bersama Dandim, Basarnas, Kapolres dan BPBD dan langsung saya pimpin, bagaimana tatacara penanggulangannya.

Dan besoknya semua kegiatan terus kita evaluasi sehingga kegiatan berjalan lancar. Sejauh ini
koordinasi dengan semua pihak paskah bencana sangat bagus.

Saat ini ada sekitar 34 rumah yang tidak dapat ditempati dibagi jadi tiga kategori. Pertama ada 20 rumah rusak total.11 rusak berat. 4 rusak ringan. Namun semuanya berada di zona merah.

(Sekda Natuna saat memberikan keterangan usai rapat)

Untuk jumlah yang meninggal sebanyak 54 orang dan data kependudukannya sudah siap, termasuk bagi warga yang belum ditemukan.

“Kami sudah melakukan kordinasi bagi korban yang belum ditemukan kita sudah minta surat persetujuan dari pihak keluarga dan bermatrai,” timpal Kadisdukcapil Natuna Ilham Kauli.

Sementara Kadis PUPR Kabupaten Natuna Agus Supardi menyatakan jika bantuan operasional dan sewa alat berat 2 pengusaha di Natuna semuanya ditanggung oleh Kementerian PUPR. Jadi tidak ada masalah.

Ditambahkan Bupati, ada bantuan uang dari BNPB provinsi Rp 500 juta, sudah saya serahkan kepada kepala BPBD, Raja Darmika.

Untuk bantuan dari Kadis Sosial Natuna sebesar Rp 100 juta belum saya serahkan. Karena saya ingin berembuk bersama uang ini kepada siapa saja yang mau kita kasih, harus sepakat. Jangan sampai bantuan tersebut tumpang tindih, sementara yang lain ada yang tidak kebagian.

Sekali lagi saya minta bagi dana yang masih tersisah harus segera kita serahkan apalagi saat ini bulan puasa semua butuh uang. Kemudian kita ekspos dimedia biar masyarakat tau bantuan yang diberikan sudah tersalur dengan baik.

Sementara Raja Darmika menjelaskan jika bantuan tersebut sudah dibelanjakan membeli sembako Rp 300 juta di Pontianak, honor pemutaran jenazah Rp 80 juta ditambah biaya minyak operasional.

Menutup kegiatan Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda sangat berterimakasih kepada BPBD Provinsi atas petunjuknya. Berkat kegiatan ini, kita bisa langsung berkoordinasi dengan BNPB Pusat.

Perlu digaris bawahi musibah ini ada hikmatnya. Dengan kejadian ini perhatian pemerintah pusat semakin besar dan pengembangan pembangunan di Serasan semakin cepat.(mam)

Redaktur : Soleh

Recommended For You

Avatar

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *