Buka Rakor Karhutla,Wabup Natuna Sampaikan Ini

)Suasana rakor Karhutla)

 

Natuna, metroindonesia.co.id – Maraknya pembakaran lahan dan kebun belakangan ini membuat Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Rodhial Huda, mengajukan pembentukan posko dan pusat informasi terpadu sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Demikian disampaikan Rhodial saat rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana Karhutla dan kekeringan di Kabupaten Natuna tahun 2024, di Lantai II Kantor Bupati Natuna, Senin, 18 Maret 2024, kepada semua instansi pemerintah lewat zoom meeting.

(Sejumlah kepala OPD hadiri rakor)

“Posko dan pusat informasi terpadu guna mempermudah masyarakat melapor kejadian Karhutla, untuk dapat membantu petugas kebakaran dalam menangani kebakaran dengan lebih cepat dan efisien,” ucapnya.

Posko ini dapat menjadi pusat informasi bagi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait kebakaran.

Selain itu, Rodhial juga menginginkan posko dan pusat informasi terpadu dapat dibentuk di pantai Piwang dan daerah rawan Karhutla di Natuna.

(Suasana Kelaksa BPBD Natuna saat memberikan tanggapannya)

“Posko dan pusat informasi terpadu juga bisa dimanfaatkan untuk bencana nelayan hilang dan angin kencang,” ungkapnya.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna, Raja Darmika mengutarakan bahwa sejak berdirinya BPBD, pihaknya sudah menangani 53 kejadian Karhutla dengan luas 132 hektar pada tahun 2023.

“Di tahun 2024 ini, baru 3 bulan bencana Karhutla sudah mencapai 19 kejadian dengan luas 151 hektar,” ujarnya.

Oleh karena itu perlunya menyadarkan masyarakat karena kebanyakan kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat.

Sebagai contoh, di Kalimantan telah dibuat Pergub dan Perda yang memperbolehkan membakar lahan dengan luas tertentu namun harus melapor ke desa agar kebakaran bisa lebih terkendali.

“Bagi warga yang melanggar akan dikenakan sanksi hukum dan pidana bagi pelaku,” terangnya.

Senada juga disampaikan Kadis Damkar Natuna, Syawal, kejadian kebakaran dan lahan memiliki tren tinggi volume dan kualitasnya terjadi pada bulan Maret dan Juni.

“Yang kami tangani pada bulan Juni dan Juli biasanya berkembang, semoga bisa ditangani,” ujarnya.

Untuk mendukung penanggulangan Karhutla, Damkar memiliki 2 armada Satuan Prasarana (Satpras), namun hanya 1 armada yldapat dioperasionalkan.

Satu armada lagi disiapkan untuk stand by menghadapi kebakaran pemukiman yang lebih rentan terhadap korban. Armada dekat Ranai tetap siap untuk meluncur dalam situasi darurat.

Selain itu, pos terpadu dan sistem informasi terpadu telah dikomunikasikan dan sebelumnya sudah dibentuk oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (DisKominfo) dengan Kementerian Kominfo dengan adanya call center 112 untuk memudahkan akses informasi dan koordinasi dalam penanganan bencana.

Kendati ada 1 armada namun itu kadang tidak bisa dipakai untuk memadamkan mengingat lahan yang terbakar berada jauh dari tepi jalan, dan harus dimatikan lewat manual. Hal ini sering dialami anggotanya saat melakukan pemadaman.(bud)

Editor: Leh

Recommended For You

Avatar

About the Author: metro indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *